liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Orang-orang memakai masker di Beijing, China.

Rabu, 4 Januari 2023 – 11:34 WIB

dunia VIVA – China mengkritik beberapa negara karena menerapkan langkah-langkah ketat terkait persyaratan tes COVID-19 untuk turis China. Pemerintah Beijing mengancam akan melakukan pembalasan terhadap negara-negara yang terlibat, termasuk Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara Eropa.

“Kami percaya bahwa pembatasan masuk yang diterapkan oleh beberapa negara yang menargetkan China tidak memiliki dasar ilmiah, dan beberapa praktik keterlaluan bahkan lebih tidak dapat diterima,” kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Chinw Mao Ning, Selasa, 3 Januari 2023.

“Kami dengan tegas menentang upaya untuk memanipulasi tindakan COVID untuk tujuan politik, dan akan mengambil tindakan pencegahan berdasarkan prinsip timbal balik,” katanya.

Orang-orang memakai topeng di Beijing, Cina.

Namun, Mao tidak merinci langkah apa yang mungkin diambil China.

Dirilis dari AP, Rabu 4 Januari 2023, kritik tersebut dinilai paling tajam dari China selama ini terkait isu tersebut.

Australia dan Kanada minggu ini bergabung dengan serangkaian negara yang mewajibkan pelancong dari China menjalani tes COVID-19 sebelum menaiki penerbangan mereka. Itu terjadi ketika Beijing masih berjuang melawan wabah virus korona nasional setelah melonggarkan pembatasan yang diberlakukan pada sebagian besar wabah tersebut.

Halaman selanjutnya

Negara-negara lain termasuk AS, India, Jepang, Korea Selatan, dan beberapa negara Eropa telah mengumumkan tindakan COVID-19 yang lebih ketat terhadap pelancong dari China, di tengah kekhawatiran tentang kurangnya data tentang infeksi di China, dan kekhawatiran tentang munculnya varian baru.