liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
ronin86
Ilustrasi berdoa saat haji.

Selasa, 24 Januari 2023 – 21:56 WIB

bisnis VIVA – Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH), Fadlul Imansyah mengatakan usulan Kemenag terkait skema perhitungan 70 persen Biaya Perjalanan Haji (Bipih) dan 30 persen nilai bunganya untuk keadilan bersama. Diketahui, pemerintah mengusulkan kenaikan biaya haji yang signifikan dari Rp 69 juta menjadi Rp 98 juta.

Menurutnya, pada tahun 2022 akan terjadi peningkatan yang signifikan, salah satunya adalah massair. Kenaikan ini karena adanya pembiayaan ibadah haji atau haji selama empat hari di Mekkah, Arofah dan beberapa hari di Mina.

“Itulah yang menyebabkan nilainya naik dari Rp 69 juta menjadi Rp 98 juta,” kata Fadlul di Hotel Borobudur, Selasa, 24 Januari 2023.

Ilustrasi jemaah haji Indonesia di Bandara Jeddah

Jika dibuat persentase, kata dia, sebenarnya calon jemaah haji relatif tidak mengalami kenaikan yang signifikan dari sisi simpanan, yakni Rp 39 juta atau 41 persen. Sedangkan nilai bunganya hampir 60 persen. Sekarang, jumlahnya juga Rp 98 juta.

“Jadi sebenarnya nilai bunga yang dibayarkan seharusnya dua kali lipat dari biasanya, hanya sekitar 50 persen, sekarang lebih tinggi. Dari segi angka, dari sebelumnya hanya Rp 30 juta, nilai manfaat yang harus dibayarkan menjadi hampir Rp 60 juta,” jelasnya.

Kemudian, Fadlul mengakui persoalan selanjutnya jika BPKH menanyakan apakah uang itu ada atau tidak. Tentu saja, dia bersikeras bahwa BPKH telah menyediakan uang tersebut. Persoalannya, kata dia, dana atau uang itu bukan dari calon jemaah haji yang berangkat pada tahun berjalan. Namun, perlu diambil dari calon jemaah haji yang belum berangkat.

Halaman selanjutnya

“Kalau ditanya BPKH punya uang atau tidak? Ditemukan. Cuma masalahnya, harus diambil dari calon jamaah yang belum berangkat, sayang sekali. Bayangkan, nanti saudara-saudara kita, tante-tante, diambil nilai bunganya untuk membayar mereka yang berangkat sekarang. Ada bahasa di sini, wow itu tidak adil. Loh, persis seperti yang dilakukan Kementerian Agama dan Kehakiman. Jika orang memanfaatkan nilai yang akan mereka tinggalkan, itu memalukan,” katanya.