Cara fermentasi jerami

Cara Fermentasi Jerami untuk pakan sapi

Cara fermentasi jerami – jerami padi merupakan limbah pertanian yang sangat melimpah saat musim panen tiba.

Penggunaan jerami padi sebagai makanan ternak telah umum di lakukan di daerah tropik dan subtropik, terutama sebagai makanan ternak pada saat musim kemarau.

Dalam satu hektar dapat menghasilkan 4-5 ton bahan kering tergantung pada lokasi dan jenis varietas tanaman yang di gunakan.

Tetapi penggunaan jerami sebagai pakan ternak mengalami kendala terutama berkurangnya nilai gizi ,protein kasar, lignin dan silika.

Namun, dengan pengolahan yang tepat limbah jerami yang rendah gizi bisa disulap menjadi pakan berkualias.

Cara fermentasi jerami

Kualitas jerami padi dapat di tingkatkan secara biologi. Peningkatan jerami padi secara biologi adalah melalui fermentasi.

Fermentasi merupakan proses pemecahan senyawa organik yang melibatkan mikroorganisme dengan tujuan meningkatkan kandungan nutrisi.

Beriut beberapa contoh cara fermentasi jerami

Baca juga :Cara Budidaya Ikan Cupang di Rumah, 100% Berhasil

Contoh I : Proses Pembuatan Jerami Fermentasi

Bahan-bahan dan peralatan:

  • 1 ton jerami padi yang sudah kering
  • 20-25 lt Molases/Gula pasir yg dilarutkan
  • Probiotik / EM4
  • 250-300 lt : Air untuk melarutkan probiotik dan molases /15 lt untuk jerami basah
  • Terpal/Plastik/Gelaran
  • Alat pemotong sabit atau sejenisnya atau bisa menggunakan mesin pencacah jerami
  • Ember atau timba, gembor, terpal plastik atau karung plastik.

Cara membuat fermentasi jerami padi :

  • Bahan-bahan kering yang telah ada dipotong-potong dengan ukuran kurang lebih 25 cm di tumpuk
  • Sediakan Terpal/Plastik/Gelaran
  • Larutkan bahan di atas tadi menjadi satu sesuai dengan perbandingannya,lalu siapkan terpal plastik untuk alas mencampur antara jerami dengan campuran probiotik/Em4, Molase dan air.
  • Jerami padi yang sudah di potong di taruh di atas terpal sedikit demi sedikit sambil di siram larutan air tetes dan starbio sesuai perbandingan di atas sampai merata dan jerami kelihatan basah.
  • Setelah jarami benar-benar telah di siram rata dengan larutan tersebut, jerami di tutup ke dalam Terpal/Plastik/Gelaran sedikit demi sedikit sambil di mampatkan/di injak-injak supaya padat.
  • Setelah mampat (padat) silo di tutup hingga rapat betul

Baca juga :Budidaya Ikan Air Tawar

Cara Pemakaian Jerami Fermentasi

Setelah 7 hari jerami tersebut baru dapat mulai di berikan pada ternak sapi/ kambing sesuai dengan kebutuhan dan selama bahan tersebut belum habis.

setelah mengambil bahan dari tempat penyimpanan supaya di  tutup kembali dengan rapat, terhindar dari genangan air, terhindar dari terik matahari.

 

Contoh II : Proses Pembuatan Jerami Fermentasi

Pembuatan fermentasi jerami di lakukan pada tempat yang terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung.

Di mana untuk kapasitas 10 ton dapat di buat bangunan dengan ukuran 4 x 5 m.

Lantai dasar dapat di buat dari semen atau tanah yang di padatkan dan di tinggikan dari tempat sekitarnya, tanpa di dinding.

Bahan bangunan menggunakan kayu atau bambu. Untuk atap dapat berupa seng atau bahan yang tersedia di tempat. Jarak lantai ke atap 3 m.

Proses fermentasi di lakukan dengan 2 tahap yaitu tahap fermentasi dan pengeringan

Tahap pertama

  • Jerami padi yang baru di panen dengan kadar air 65% di potong-potong sepanjang 10-15 cm
  • Kemudian ditumpuk di tempat yang telah di sediakan dengan ketinggian 20 cm
  • Taburi urea dan probiotik secara merata dengan takaran masing-masing 5 kg untuk setiap 1 ton jerami padi
  • Tambahkan lagi timbunan jerami padi setebal 20 cm lalu taburi lagi urea dan probiotik secara merata, demikian seterusnya sampai tumpukan jerami padi mencapai 1-2 m
  • Di amkan selama 21 hari, agar proses fermentasi berlangsung secara sempurna

Baca juga :Benih Padi Unggul yang Akan Meningkatkan Hasil Panen

Tahap kedua

  • Tumpukan jerami padi yang telah mengalami proses fermentasi, di keringkan di sinar matahari dan di angin-anginkan sehingga cukup kering sebelum di simpan pada tempat terlindung dari hujan dan sinar matahari langsung
  • Setelah kering jerami fermentasi dapat di berikan kepada sapi sebagai pakan pengganti rumput segar

Hasil fermentasi jerami yang baik di tandai dengan ciri-ciri sebagai berikut

  • Baunya agak harum
  • Warnanya kuning agak kecoklatan ( warna dasar jerami masih nampak kelihatan.
  • Teksturnya lemas(tidak kaku)
  • Tidak busuk dan tidak berjamur

Baca juga :Cara memilih jenis usaha yang cocok untukmu

Pemberian pada Ternak

Jerami padi yang di fermentasi di jadikan sebagai pakan berserat utama untuk ternak sapi, di berikan sebanyak 6-8 kg/ekor/hari.

Sedangkan pakan konsentrat di berikan sebanyak 1 % dari berat badan Formula ransum pakan konsentrat dapat di sesuaikan dengan bahan yang ada di tempat.

Salah satu contoh formula ransum pakan konsentrat adalah 2 bagian dedak, 1 bagian jagung  dan 1 bagian bungkil kelapa dan di tambahkan vitamin mineral sebanyak 1 kg untuk setiap 100 kg pakan konsentrat.

 

Dikutip dari : sumbarprov.go.id

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

#M671073ScriptRootC1106199 {min-height: 300px;}

Tolong, matikan adblock anda…

Anda mungkin akan melewatkan beberapa hal yang anda suka dari iklan.

Juga, kami memerlukan uang demi berkembangnya website kami.

Demi berkembangnya website kami, tolong matikan adblock anda