liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
liveslot168
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
Cocol88
bosswin168
bosswin168 login
bosswin168 login
bosswin168 rtp
bosswin168 login
bosswin168 link alternatif
boswin168
bocoran rtp bosswin168
bocoran rtp bosswin168
slot online bosswin168
slot bosswin168
bosswin168 slot online
bosswin168
bosswin168 slot viral online
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
cocol88
lotus138
bosswin168
bosswin168
bosswin168
maxwin138
master38
master38
master38
mabar69
mabar69
mabar69
mabar69
master38
ronin86
ronin86
ronin86
cocol77
cocol77
Ilustrasi garis polisi.

Sabtu, 14 Januari 2023 – 13:50 WIB

Penjahat VIVA – Seorang laki-laki di Sigli, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh berinisial AB (32) membacok orang tua dan saudaranya karena tidak diberi uang untuk menikah. Sehingga keluarga AB mengalami beberapa luka akibat sayatan parang tersebut.

Kapolsek Sigli Ipda Benny Eka Pernama mengatakan, kejadian bermula saat AB meminta uang Rp 5 juta kepada keluarga untuk menikah. Namun, saat itu orang tua pelaku mengaku tidak memiliki uang yang diminta AB.

Merasa frustasi, AB mengambil parang dan melukai adiknya yang mengenai kaki korban. Orang tua pelaku yang melihat hal itu mencoba melerai. Namun, pelaku juga melukai orang tuanya.

“Pelaku kecewa dengan jawaban ibunya. Pelaku justru mengambil parang dan berusaha melukai adik dan orang tuanya,” kata Benny, Sabtu, 14 Januari 2023.

Usai mendengar keributan itu, aparat keamanan dan perangkat desa setempat mendatangi rumah pelaku. Di sana, aparat meminta pelaku untuk menyerahkan diri, namun permohonan itu tidak digubris oleh pelaku.

Polisi terpaksa melepaskan gas air mata ke dalam rumah dan pelaku melarikan diri melalui pintu samping rumahnya sambil membawa parang.

“Saat itu kami berusaha melepaskan gas air mata ke dalam rumah, namun tak lama kemudian pelaku kabur melalui pintu samping,” ujarnya.

Halaman selanjutnya

Saat ini petugas masih mengejar pelaku yang kabur ke semak-semak di belakang rumahnya.