Edukasi

Penyakit yang Menyerang Ternak Sapi dan Pencegahannya

Penyakit yang Menyerang Ternak Sapi

Penyakit yang Menyerang Ternak Sapi – layaknya manusia hewan ternak seperti sapi juga tidak luput dari bebagai penyakit.

Penyakit-penyakit itu bisa disebabkan oleh manajemen yang kurang baik, bakteri, virus, parasit, dan agen penyebab penyakit lainnya.

Untuk menghindari berbagai penyakit pada ternak sapi kita, ada baiknya mencegahnya dengan menjaga kebersihan kandang dan juga ternaknya.

Dengan kebersihan yang terjaga bisa meminimalisir datangnya beberbagai jenis penyakit yang dapat menyerang ternak anda.

Namun banyak yang belum tau berbagai macam penyakit yang bisa menyerang ternak anda.

Untuk itu penulis ingin menyampaikan berbagai Jenis-jenis Penyakit yang Menyerang Ternak Sapi.

Baca juga : Jenis Sapi berkualitas Yang Cocok Untuk Diternakan

Jenis-jenis Penyakit yang Menyerang Ternak Sapi dan Pencegahannya

1. Penyakit Anthrax (radang limpa)

Antraks merupakan salah satu penyakit menular akut pada ternak sapi yang  perlu di waspadai.

Penyakit ini sangat berbahaya yang di sebabkan oleh bakteri Bacillus Anthracis dan dapat menular ke manusia.

Manusia bisa terinfeksi apabila kontak langsung dengan sapi yang terkena antraks. Atau bisa juga melalui daging, tulang, kulit, maupun kotorannya.

Berikut gejala umum yang tampak pada sapi yang sudah terjangkit penyakit antraks:

  • Sapi mengalami demam tinggi, mencapai 42 derajat Celcius
  • Gemetar, berjalan sempoyongan
  • Pernafasan tidak lancar
  • Terjadi perdarahan berwarna hitam pekat dari lubang–lubang kumlah (lubang hidung, lubang anus, dan pori-pori kulit)
  • Diare
  • Apabila sudah cukup parah, umumnya sapi mati mendadak

Baca juga :Bibit Sapi Yang Bagus Untuk Di Pelihara – Pemula Wajib Tahu

2. Septicaemia Epizootica/ SE (Ngorok)

Penyakit Septicaemia Epizootica (SE) atau biasa disebut penyakit Ngorok di sebabkan oleh kuman Pasteurella multocida serotipe 6B dan 6E.

Kuman ini suka hidup di tempat yang dingin dan lembab sehingga penyakit ini sering terjadi terutama saat musim hujan tiba.

penyebab terjadinya infeksi adalah rendahnya daya kekebalan tubuh sapi yang di sebabkan karena cekaman atau stress seperti terlalu banyak dipekerjakan, pemberian pakan yang kurang berkualitas,

kandang yang penuh dan berdesakan, serta kondisi pengangkutan yang melelahkan pada ternak. Gejala klinis yang dapat diamati pada sapi yang terinfeksi SE yaitu:

  • Keluar air liur terus menerus
  • kesulitan bernafas (ngorok)
  • Kondisi tubuh lemah dan lesu
  • Selaput lendir kemerahan
  • Tubuh gemetar
  • Terdapat busung pada kepala, leher bagian bawah sampai gelambir, dan tenggorokan
  • Pada bentuk dada terdapat tanda-tanda peradangan paru
  • Pada kondisi kronis, sapi menjadi kurus dan sering batuk

Baca juga :Cara Mengatasi Sapi gagal Hamil Dengan langkah Mudah

3. Surra (Trypanosomiasis/ Penyakit Mubeng)

Penyakit Surra (trypanosomiasis) pada sapi disebabkan oleh parasit protozoa Trypanosoma evansi yang masuk ke dalam tubuh sapi melalui lalat penghisap dan kutu.

Parasit ini hidup di dalam darah inang dan memperoleh glukosa sehingga dapat menurunkan kadar glukosa darah inangnya.

kurangnya glukosa pada darah sapi dapat menyebabkan organ tubuh sapi tidak mendapatkan cukup oksigen dan menyebabkan sapi mudah lelah serta tidak bertenaga.

Oleh karenanya penyakit surra ini biasa disebut juga dengan istilah penyakit mubeng (sempoyongan).

Adapun gejala klinis yang dapat diamati pada sapi yang mengidap penyakit Surra diantaranya berikut ini:

  • Sapi demam, lesu, lemah, cepat lelah
  • Gerakan sapi sempoyongan, seperti mubeng/ berputar-putar karena parasit berada dalam cairan Serebrospinal sehingga terjadi gangguan saraf
  • Nafsu makan berkurang
  • Keluar getah radang dari hidung dan mata
  • Selaput lendir menguning
  • Anemia
  • Kurus, bulu rontok, busung daerah dagu dan anggota gerak

Baca juga :Cara Membuat Comboran Sapi Agar Cepat Besar dan Gemuk

4. Infectious Bovine Rhinotracheitis (IBR)

Penyakit IBR di sebabkan oleh Bovine herpesvirus (BHV-1) dan bersifat menular. penyakit  ini dapat mengganggu sistem reproduksi pada hewan.

Sapi yang terinfeksi dapat mengalami keguguran, penurunan tingkat fertilitas, penurunan produksi susu, bahkan kemajiran. Gejala klinis akibat penyakit ini seperti:

  • Sapi demam yang di ikuti dengan peningkatan frekuensi pernafasan
  • Tubuh menjadi kurus
  • Hidung tampak kemerahan dengan leleran hidung yang encer
  • Ekor tidak kembali ke posisi biasa
  • Otot sapi gemetar, kehilangan keseimbangan, kebutaan, selalu menjilat panggul dan pada tahap akut akan mati.

5. Bovine viral diarrhea (BVD)

Penyakit BVD merupakan penyakit yang biasa terjadi pada ternak sapi yang di sebabkan oleh virus BVD.

Pada umumnya terjadi karena infeksi setelah melahirkan yang bersifat non klinis. Sifatnya menular antar sapi,

di mana penyakit ini di kenal sebagai penyakit diare ganas pada sapi. Gejala klinis yang dapat di amati pada sapi yang terinfeksi BVD yaitu:

  • Kenaikan suhu tubuh
  • Sapi sangat lesu, nafsu makan menurun
  • Diare secara terus-menerus dan berair, berbau busuk berisi mukus dan darah
  • Mata dan hidung keluar eksudat/ lendir

Baca juga :Cara Usaha Ternak Sapi dengan keuntungan fantastis

Cara pencegahan dan pengendalian penyakit pada sapi

Anda harus mencegah, Sebelum ternak sapi anda terserang berbagai penyakit yang dapat menganggu kesehatan dan berakibat fatal.

Beberapa langkah pencegahan yang dapat anda lakukan untuk menjaga kesehatan sapi adalah sebagai berikut:

Selalu menjaga kebersihan sapi potong dan kandangnya

Kita harus menjaga kebersihan dengan memandikan sapi jika terlihat kotor dan membersikan kandang setiap harinya.

Dengan membersihkan kotoran sapi untuk mencegah berkembangnya bakteri dan virus penyebab penyakit.

Jika sapi sudah terlajur sakit segera pisahkan sapi di kandang tersendiri agar tidak menular ke sapi lainya.

Jika perlu lakukan vaksinasi sebaiknya di berikan terhadap sapi potong baru, khususnya vaksin untuk berbagai penyakit menular pada sapi.

Pemberian vaksin cukup di lakukan pada saat hewan berada di kandang karantina. Vaksinasi yang paling penting di lakukan adalah vaksinasi penyakit antraks.

Selain itu, biasanya di berikan juga obat cacing. Namun, pemberian obat cacing ini dapat menyebabkan pertumbuhan sapi terhambat.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
#M671073ScriptRootC1106199 {min-height: 300px;}

Tolong, matikan adblock anda…

Anda mungkin akan melewatkan beberapa hal yang anda suka dari iklan.

Juga, kami memerlukan uang demi berkembangnya website kami.

Demi berkembangnya website kami, tolong matikan adblock anda