Olahraga

Sejarah Chelsea Football Club dari Masa ke Masa

Chelsea FC

 bukainfo.net – Sejarah Chelsea, Chelsea Football Club adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermarkas di Fulham, London. Chelsea didirikan pada tahun 1905 yang kini berkompetisi di Liga Utama Inggris.

Chelsea memiliki sejarah yang panjang, dari mengakhiri 50 tahun puasa gelar Liga Premier Inggris hingga berkali-kali melakukan pergantian pelatih.

Sepanjang sejarah Chelsea atas penampilannya saat ini di Inggris dan Eropa, Chelsea berhasil meraih 6 gelar juara Liga Utama Inggris, 8 Piala FA, 5 Piala Liga, 2 Liga Eropa UEFA, 2 Piala Winners UEFA, 1 Liga Champions UEFA, dan 1 Piala Super UEFA.

Sejak tahun 2003, Chelsea di miliki oleh Roman Abramovich seorang miliuner asal Rusia. Pada tahun 2016, Chelsea mendapat peringkat ketujuh klub sepak bola paling bernilai di dunia versi majalah Forbes, senilai £1.15 miliar ($1.66 miliar).

Sejarah Chelsea mulai bersinar kembali saat dimiliki oleh Roman Abramovich ini, Kekayaan-nya menyelamatkan Chelsea dari keterpurukan.

 

Baca juga : Posisi dan peran dari pemain sepak bola!!!

 

Gus Mears Untuk Chelsea Football Club

Inilah awal mula dari sejarah Chelsea Football Club terbentuk.

Pada tahun 1904, H.A. Mears mengakuisisi stadion atletik Stamford Bridge dengan tujuan menyulapnya menjadi stadion sepak bola.

Chelsea di dirikan pada tanggal 10 Maret 1905 di sebuah pub The Rising Sun (kini restoran The Butcher’s Hook), permainan pertama Chelsea adalah pada kompetisi Football League.

Chelsea langsung menelan kekalahan perdana pada pertandingan pertamanya melawan Stockport Country dengan skor 0 – 1, walaupun ini adalah laga tandang bagi Chelsea.

Sedangkan pertandingan kandang pertama, mereka berhasil meraih kemenangan 4–0 pada laga persahabatan menghadapi Liverpool.

Chelsea sempat naik-turun Divisi satu dan dua Liga Inggris.

Pencapaian terbaik pada tahun-tahun awal Chelsea adalah Ketika mereka berhasil melaju hingga ke babak Final Piala FA 1915.

Namun di kalahkan Sheffield United di Old Trafford dan hanya mengakhiri divisi satu pada posisi tiga klasemen akhir tahun 1920.

Chelsea meraih trofi juara divisi satu pertama pada musim 1954-1955. Saat itu Chelsea di tukangi oleh mantan penyerang Arsenal dan Inggris Ted Drake.

Pada musim itu juga, UEFA mengadakan kejuaraan antar klub juara liga di Eropa, Piala Champions.

Namun ketidaksetujuan otoritas Liga Sepak Bola Inggris dan FA membuat Chelsea menarik diri dari kejuaraan tersebut sebelum di mulai.

 

Datangnya Era keterpurukan Chelsea

Era Keterpurukan Chelsea
Era Keterpurukan Chelsea

Ini adalah awal dari keterpurukan sejarah Chelsea hingga puasa gelar Liga Inggris selama 50 tahun.

Chelsea gagal melanjutkan kesuksesan tersebut dan hanya menjadi penghuni papan tengah klasemen liga pada dekade 1950an.

Drake dipecat pada tahun 1961 dan digantikan oleh Tommy Docherty yang merangkap jabatan pemain-manajer.

Tommy tidak bisa mempertahankan Chelsea di divisi satu, dan tim itu terdegradasi pada akhir musim 1961-1962 .

 

Kembalinya Chelsea di Era Jose Mourinho

Kembalinya Chelsea di Era Jose Mourinho
Kembalinya Chelsea di Era Jose Mourinho

Tahun demi tahun telah berlalu berlalu, sejarah Chelsea akhirnya bersinar kembali.

Chelsea akhirnya menyudahi puasa gelar Liga Inggris selama 50 tahun, pada tahun 2005, pada masa jabatan manajer José Mourinho (2004 – 2007).

Saat itu, Mourinho mendapat dukungan penuh dari pemilik miliuner minyak berkebangsaan Rusia, Roman Abramovich.

Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya pada tahun 2006, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris.

Pada tahun 2007, Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala EFL setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.

Tetapi, karena beberapa penampilan yang buruk pada awal musim kompetisi 2007–2008 ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik.

Pada akhirnya José Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.

 

Era Kepelatihan Avram Grant

Era Kepelatihan Avram Grant
Era Kepelatihan Avram Grant

Di awal masa kepelatihan Grant, banyak kalangan dan juga fans Chelsea yang memandangnya sebelah mata.

Meski demikian, Avram Grant mampu membuktikan kemampuannya dengan membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu di ajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1.

Di susul menjadi runner-up Liga Utama Inggris di bawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United.

Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa di pecat di akhir musim.

 

Masa Luiz Felipe Scolari

Luiz Felipe Scolari
Luiz Felipe Scolari

Pada akhir Januari 2009, Avram Grant di gantikan oleh pelatih asal Brasil, Luiz Felipe Scolari.

Namun, Scolari juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan. Sehingga pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant.

Posisi kosong manajer Chelsea kemudian di isi oleh pelatih Rusia saat itu, Guus Hiddink, sampai akhir musim 2008–2009.

Pada akhir bulan Mei, sebelum meninggalkan Chelsea, Guus Hiddink memberikan kenangan manis dengan membawa gelar Piala FA kelima Chelsea.

 

Datangnya Carlo Ancelotti

Datangnya Carlo Ancelotti
Datangnya Carlo Ancelotti

Di awal musim kompetisi 2009–2010, Chelsea mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai manajer baru, dengan masa kontrak selama 3 musim.

Ancelotti langsung memberikan gelar dengan membawa Chelsea menjuarai Community Shield 2009 setelah mengalahkan Manchester United dalam adu penalti.

Kemenangan dalam adu penalti tersebut merupakan pertama kalinya bagi Chelsea sejak 1998, saat Chelsea menghadapi Ipswich Town di Piala Liga.

Pada akhir musim, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala FA, yang merupakan pencapaian pertama dalam sejarah Chelsea.

Chelsea juga menjadi klub ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan gelar Double winner tersebut.

Striker Chelsea, Didier Drogba berhasil mendapatkan Golden Boot sebagai Pencetak Gol Terbanyak dengan torehan 29 gol.

Chelsea juga mencetak rekor kemenang mutlak terhadap semua tim empat besar Premier League (Manchester United, Liverpool, dan Arsenal).

Pada musim keduanya, Ancelotti di pecat Chelsea pada Mei 2011 setelah kekalahan 1-0 dari Everton di pertandingan terakhir musim 2010–2011.

 

Uniknya sejarah Chelsea di era kepelatihan Roberto Di Matteo

Andre Villas-Boas
Andre Villas-Boas

Pada masa ini, sejarah Chelsea benar-benar luar biasa, di mana Chelsea berhasil meraih piala Liga Champions pertamanya.

Pada awal musim 2011–2012, André Villas-Boas di tunjuk sebagai pelatih Chelsea. Setelah sejumlah hasil buruk yang di alami Chelsea, Villas-Boas dipecat pada bulan Maret 2012.

Asistennya, Roberto Di Matteo yang merupakan mantan pemain Chelsea kemudian di  tunjuk sebagai pelatih utama “ad interim”.

Di bawah arahan Di Matteo Chelsea menunjukkan hasil impresif dengan berhasil meraih gelar juara Piala FA untuk ketujuh kalinya.

Roberto Di Matteo juga berhasil membawa piala Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub dan sekaligus menjadi klub London pertama yang meraih gelar tersebut.

Roberto Di Matteo
Roberto Di Matteo

Masa kepelatihan Roberto Di Matteo benar-benar tidak di boleh di lewatkan dalam sejarah Chelsea. 

Awal musim 2012-2013, Di Matteo memberikan perkembangan yang menjanjikan. Chelsea melakoni delapan laga tanpa kekalahan (tujuh menang, satu imbang) di Liga Primer Inggris.

Mereka maju dengan santai di Piala Liga, lalu berhasil menahan imbang Juventus di Stamford Bridge, serta meraih kemenangan atas Nordsjælland.

Adapun peruntungan Di Matteo berubah seketika di penghujung Oktober. Ia gagal meraih kemenangan lanjutan di Liga Champions, seiring strategi terapannya menerima banyak kritik.

Delapan laga yang dia lalui hanya berhasil membawa kemenangan sebanyak dua kali.

Seiring peringkat Chelsea terus merosot dari puncak klasemen Liga Primer, hingga akhirnya menduduki di peringkat ketiga.

Performa Chelsea terus merosot di iringi masalah demi masalah menyerang mereka, baik secara teknis maupun non-teknis.

John Terry misalnya, terkena isu rasial karena ejekannya terhadap Anton Ferdinand.

Setelah itu, ada pula konflik dengan wasit Mark Clattenburg terkait gestur yang ia berikat kepada John Obi-Mikel.

Konflik tersebut sepertinya memengaruhi performa Chelsea di lapangan dan mereka mulai kehilangan bentuk kemenangan, bahkan kalah dari Shaktar Donetsk.

Adapun setelah Chelsea kalah telak dari Juventus, dan peluang lolos ke fase gugur Liga Champions makin terkikis, Matteo pun di pecat oleh Chelsea.

 

Rafael Benitez

Rafa Benitez membawa tropi Liga Eropa
Rafa Benitez membawa tropi Liga Eropa

Di Matteo di gantikan oleh Rafael Benítez yang di kontrak sampai akhir musim 2012–2013.

Pada 13 Desember 2012, Benítez berhasil membawa timnya lolos ke final pertamanya sebaga manajer Chelsea setelah meraih kemenangan 3–1 atas Monterrey di babak semifinal Piala Dunia Antarklub FIFA 2012.

Namun, ia belum mampu memberi gelar juara untuk Chelsea setelah mereka kalah 0–1 dari klub asal Brasil Corinthians pada partai final, 16 Desember 2012.

Rafa berhasil memenangkan UEFA Europa League 2012–2013, Chelsea menjadi klub Inggris pertama yang memenangkan semua empat piala Eropa.

Setelah itu Chelsea memecatnya pada akhir musim 2012-2013.

 

Kembalinya Jose Mourinho

Jose Mourinho kembali melatih Chelsea
Jose Mourinho kembali melatih Chelsea

Pada musim 2013–14, José Mourinho kembali ke Chelsea dan di kontrak selama 4 musim.

Kemudian, pada musim 2014–15 Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala Liga.

Setelah 7 bulan ia membawa Chelsea juara liga inggris. pada tanggal 17 Desember 2015 ia di pecat oleh klub Chelsea, Pemecatan itu terjadi seiring performa buruk Chelsea di awal musim 2015–16.

Mourinho di berhentikan secara baik-baik oleh manajemen Chelsea.Chelsea kembali menunjuk Guus Hiddink sebagai manajer “ad interim” sampai akhir musim.

 

Kesuksesan Antonio Conte di Chelsea

Antonio Conte
Antonio Conte

Sebelum musim 2015–2016 berakhir, Chelsea telah mengumumkan Antonio Conte sebagai manajer yang di kontrak selama 3 musim, mulai dari musim 2016–2017.

Antonio Conte menjadi manajer Chelsea kelima yang berasal dari Italia setelah Gianluca Vialli, Claudio Ranieri, Carlo Ancelotti, dan Roberto Di Matteo.

Pada tahun 2017, di bawah pelatih baru Antonio Conte, Chelsea memenangkan gelar keenam Liga Utama Inggris dan di musim berikutnya memenangkan Piala FA kedelapan bagi klub Pada tahun 2018.

Conte di pecat setelah menempati posisi ke-5 dan di ganti dengan Maurizio Sarri.

 

Datangnya Maurizio Sarri

Maurizio Sarri
Maurizio Sarri

Di bawah kepelatihan Sarri yang terkenal dengan konsep Sarri Ball-nya, Chelsea berhasil mencapai final Piala Liga, akan tetapi mereka kalah dalam adu penalti dengan Manchester City.

Sarri membawa Chelsea memenangkan UEFA Europa League untuk kedua kalinya, mengalahkan Arsenal 4-1 di final.

Frank Lampard
Frank Lampard

Sarri kemudian meninggalkan klub untuk menjadi manajer Juventus dan kemudian di gantikan oleh mantan pemain yang juga merupakan legenda klub Frank Lampard.

 

bagaimana tanggapan anda untuk artikel ini, tuliskan di kolom komentar agar saya dapat mengetahui tanggapan anda, semoga artikel ini bermanfaat untuk anda.

5 1 vote
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
#M671073ScriptRootC1106199 {min-height: 300px;}

Tolong, matikan adblock anda…

Anda mungkin akan melewatkan beberapa hal yang anda suka dari iklan.

Juga, kami memerlukan uang demi berkembangnya website kami.

Demi berkembangnya website kami, tolong matikan adblock anda