Edukasi

Strategi Berdagang Nabi Muhammad SAW, Wajib Kamu Coba

Strategi Berdagang Nabi Muhammad

Strategi Berdagang Nabi Muhammad – strategi berdagang harus anda meiliki ketika anda akan memulai usaha berdagang.

Banyak sekali ilmu strategi berdagang yang bisa kamu pelajari salah satunya yang wajib kamu coba Strategi Berdagang ala Nabi Muhammad SAW.

Sejak berusia delapan tahun, Nabi Muhammad di asuh oleh pamannya, Abu Thalib. Selama di asuh oleh pamannya,

Nabi Muhammad membantu dalam bidang perdagangan. Keadaan tersebut berlangsung hingga ia berusia 25 tahun tak heran jika beliau sangat menguasa mengenai ilmu berdagang.

Dalam menjalankan berdagang, Nabi Muhammad SAW melakukan bisnis yang sesuai syariah berlandaskan iman kepada Allah SWT.

Baca juga :Trik Jualan Online di Facebook Agar Laris Manis

Strategi Berdagang Nabi Muhammad

Strategi bisnis Nabi Muhammad SAW, selalu sesuai dengan syariah islam dan menjauhi segala yang di haramkan untuk di perjual belikan.

Ketika kita berusaha kita harus sungguh-sungguh di jalan Allah SWT dengan mengelola sumberdaya secara optimal untuk mencapai tujuan yang terbaik di sisi Allah SWT, baik di dunia maupun di akhirat.

Seperti di kutip dari buku Muhammad: Business Strategi dan Ethics, Etika dan Strategi Bisnis Nabi Muhammad SAW oleh M.Suyanto, Universitas Amikom, Minggu (26/4/2020),

tujuan bisnis yang sesuai syariah adalah mendapatkan keuntungan yang besar baik di dunia maupun di akhirat.

Etika bisnis Nabi Muhammad SAW meliputi perilaku bisnis yang di perbolehkan Allah SWT, perilaku yang di larang Allah Rasul-Nya dan produk yang di larang.

Baca juga :Usaha Anak Muda yang Sedang Populer, Bisa Kamu Coba

Strategi Berdagang Nabi Muhammad

Pertama, Nabi Muhammad SAW dalam berdagang selalu menentukan terlebih dahulu segmentasi pasar. Dengan demikian, beliau dapat “membaca” permintaan pasar tentang suatu barang atau komoditas.

Yang dipelajarinya adalah kebiasaan, cara hidup dan kebutuhan sehari-hari para calon konsumen, yakni masyarakat tempatnya berdagang.

Alhasil, misalnya, ketika datang ke kota A, barang-barang yang beliau bawa bisa jadi berbeda ketika beliau mendatangi kota B.

Kemudian, Nabi Muhammad SAW juga tak pernah mengecewakan pelanggan. Beliau tak membeda-bedakan pelanggan, apakah itu elite bangsawan,

orang biasa, atau bahkan budak sekalipun. Menghormati pelanggan adalah poin penting untuk kelancaran bisnis.

Selanjutnya, bervisi ekspansi. Beliau dalam berdagang tak hanya berkutat pada satu atau dua pasar.

Nabi SAW juga melakukan perluasan jangkauan bisnis ke banyak wilayah. Dengan begitu, reputasi dan pamor (branding) produk-produknya kian dikenal masyarakat luas.

Reputasi juga didapat dari jaminan mutu barang. Nabi Muhammad SAW selalu jujur dengan kualitas barang dagangannya, apakah itu ada kelebihan atau kekurangannya.

Semua di jelaskan kepada para pelanggannya. Tidak pernah sekalipun beliau mengurangi takaran atau timbangan.

Beliau juga tidak melakukan perang harga dengan sesama pedagang lainnya.

Baca juga :Inspirasi Bisnis yang akan jaya di tahun 2021

Rahasia Sukses Berdagang Nabi Muhammad

1. Melakukan segmentasi dan menetapkan target pasar

Sebelum menjual suatu barang, Nabi Muhammad memiliki pemahaman yang dalam mengenai kebiasaan, cara hidup, cara makan dan minum, serta kebutuhan yang di butuhkan masyarakat sekitar.

Dengan demikian ia bisa melakukan targeting dan memasuki semua segmen masyarakat yang ada di semenanjung Arab mulai dari budak hingga kalangan elit kerajaan.

2. Melakukan diferensiasi, pemasaran, dan prinsip dalam usaha

Nabi Muhammad adalah sosok yang berpikiran out of the box.

Ia berdagang dengan cara-cara yang berbeda seperti menjalin hubungan baik dengan pelanggannya dan melakukan ekspansi ke wilayah lain tapi tidak merugikan penjual lainnya.

Baca juga :Cara Mengelola Usaha dengan Baik Agar Sukses

3. Melakukan branding dan pelayanan yang baik

Salah satu julukan Nabi Muhammad adalah Al-Amin yang berarti jujur dan bisa di percaya.

Personal branding yang di miliki Nabi Muhammad ini tidak hanya sekadar di berikan oleh Allah semata saja, melainkan sudah di lakukannya sejak lama.

Dengan sikap ini Nabi Muhammad mendapat kepercayaan dari banyak orang sehingga ia bisa berdagang dari modal investasi para investor.

Selain itu, Nabi Muhammad juga memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggannya.

Ia adalah sosok yang ramah dan di hormati pelanggannya karena kerap kali mendahulukan kepentingan pelanggan di banding dirinya sendiri.

4. Jujur, ikhlas, dan profesional

Dalam berdagang, Nabi Muhammad sangat mengedepankan sikap jujur, ikhlas, dan profesional.

Ia tidak pernah membohongi pembeli mengenai kondisi barang dagangan yang di jualnya. Sisi profesionalitasnya di tunjukkan dengan mencari cara yang berbeda dan baru dalam menjual barang dagangannya.

0 0 votes
Article Rating
Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
#M671073ScriptRootC1106199 {min-height: 300px;}

Tolong, matikan adblock anda…

Anda mungkin akan melewatkan beberapa hal yang anda suka dari iklan.

Juga, kami memerlukan uang demi berkembangnya website kami.

Demi berkembangnya website kami, tolong matikan adblock anda